PT Ekadharma International menargetkan laba bersih perseroan tahun ini dapat mencapai Rp80 miliar. Nilai tersebut meningkat 6,7% dibandingkan dengan capaian perseroan pada 2017 yang sebesar Rp75 miliar.
“Tahun ini total penambahan pusat distribusi kami 5 unit, di antaranya di Banda Aceh, Purwokerto, dan Tangerang Selatan. Selain itu perusahaan sedang menjajaki diversifikasi produk yang terkait dengan bisnis kami,†ungkap Judi dalam paparan publik di Jakarta, Kamis.
Judi mengungkapkan industri optimistis dengan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini sehingga permintaan perekat akan tetap tumbuh. Untuk 2018, perseroan mematok target optimistis penjualan sebesar Rp730 miliar, atau meningkat 13,5% dibandingkan capaian perseroan pada 2017.
Kendati optimistis target penjualan dapat terlampaui, emiten dengan kode saham EKAD tersebut menilai kenaikanm harga minyak dunia yang terus terjadi dapat menekan margin perseroan. Perseroan memprediksi harga bahan baku dpaat menyentuh level tertingginya pada kuartal III/2018.
“Kenaikan harga minyak menjadi tantangan pada bottomline perusahaan. Kondisi ini sudah berlangsung sejak kuartal III/2017 dan kami mengkhawatirkan penguatan yang terus terjadi sampai memasuki kuartal III/2018 ini. Upperline kami terus naik, tapi ada tantangan pada bottomline,†ungkap Judi. (end/bis)
http://www.iqplus.info/news/stock_news/ekad-ekadharma-international-bidik-pertumbuhan-laba-6-7-,37065606.html
Komentar
Posting Komentar